Asrama Darul Qur’an dan Baitul Qur’an Sambut Santri Baru Tahun Ajaran 2026/2027
Ahad, 5 Juli 2026 menjadi hari yang penuh makna bagi keluarga besar Asrama Darul Qur’an dan Baitul Qur’an. Pada hari tersebut, para santri baru resmi diterima sebagai bagian dari keluarga besar asrama dalam rangka menyambut tahun ajaran 2026/2027. Suasana penuh semangat dan haru mewarnai kedatangan para santri yang akan memulai perjalanan menuntut ilmu dan menghafal Al-Qur’an di lingkungan pesantren.
Tahun ajaran 2026/2027 ini, Asrama Darul Qur’an dan Baitul Qur’an menerima total 86 santri baru. Dari jumlah tersebut, 61 santri bergabung di Asrama Darul Qur’an dan 25 santri bergabung di Asrama Baitul Qur’an. Kehadiran para santri baru ini menjadi amanah sekaligus kebahagiaan tersendiri bagi keluarga besar asrama dalam melanjutkan pembinaan generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak, dan berpegang teguh pada nilai-nilai Al-Qur’an.
Sejak pagi hari, para santri bersama wali mereka mulai berdatangan ke asrama. Dengan penuh antusias, para santri mengikuti seluruh rangkaian penerimaan yang diawali dengan pengisian daftar hadir dan pembagian konsumsi. Selanjutnya, mereka diarahkan menuju aula utama untuk mengikuti acara penyambutan resmi yang dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ananda Nadhifatul Qolbi.
Sambutan pertama disampaikan oleh KH. Saiful Anwar Nawawi selaku perwakilan wali santri. Dalam sambutannya, wali santri menyampaikan harapan agar para santri memperoleh ilmu yang berkah dan bermanfaat serta meraih keberhasilan di masa depan. Beliau juga mengutip nasihat Imam Syafi’i bahwa menuntut ilmu memerlukan kesabaran, semangat, dan waktu yang panjang.
Acara dilanjutkan dengan mauidhotul hasanah dan pemaparan program asrama oleh Pengasuh Asrama Darul Qur’an dan Baitul Qur’an, KH. Muhammad Fathoni Dimyathi, Lc. Dalam arahannya, pengasuh mengucapkan ahlan wa sahlan kepada seluruh santri dan wali santri serta menegaskan bahwa pendidikan di pesantren tidak hanya berfokus pada hafalan Al-Qur’an, tetapi juga pembinaan akhlak, kedisiplinan, dan ibadah. Para santri juga diajak untuk menjaga niat dan memanfaatkan masa belajar dengan sebaik-baiknya.
Setelah acara penyambutan, para santri dan wali santri melanjutkan proses administrasi pondok dan sekolah. Selanjutnya, para santri diarahkan menuju kamar asrama untuk menempatkan barang bawaan dan mulai mengenal lingkungan tempat tinggal mereka. Momen perpisahan antara orang tua dan putra-putrinya tampak berlangsung penuh haru, disertai doa dan nasihat sebagai bekal menjalani kehidupan di pesantren.
Dalam beberapa hari ke depan, para santri baru akan mengikuti masa orientasi yang meliputi pengenalan lingkungan asrama, tata tertib, pembinaan akhlak, praktik ibadah, serta program-program pendidikan yang akan dijalani.
Penerimaan santri baru tahun ajaran 2026/2027 ini menjadi langkah awal bagi para santri untuk menempuh perjalanan menuntut ilmu dan menghafal Al-Qur’an. Dengan dukungan orang tua, bimbingan para pengasuh, dan lingkungan pesantren yang kondusif, diharapkan mereka tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat.








